SENI TOPENG DALANG
Budaya seni topeng Dalang berasal dari Madura Jawa Timur yang sampai saat ini masih bertahan di desa Slopeng Sumenep Madura. Kesenian topeng dalang merupakans salah satu subsistem penyeimbang kerasnya kehidupan dibalik pertanian yang tandus, gersang, dan terbatas sumber airnya. Membuat hidup bertambah sulit.
Almarhuma Supakra dari kampung Tajjam, Slopeng salah seorang maestro topeng dalang yang telah mewarisi dari ayahnya Loh banjir dengan keahliannya yang komplit sebagai dalang, penari, penabung gamelan serta pembuat topeng menjadikan kelompok rukun perawas mendapat tempat terhormat baik lokal maupun internasioanl.
Dimata masyarakat Sumenep nama Suprakra sudah seperti bagian dari mitos besar dunia pewayangan. Torso dan spririt geraknya saat membawakan tari klono tunjung seto yang begitu legendaris. Penampilan Supakra dapat membuat penonton terpesona sehingga pertunjukan yang dimulai jam 21.00 hingga fajar tiba tidak terasa lama meskipun seringkali disuguhi lakon yang sama.
Kamis, 21 Februari 2008
BISNIS PROPERTI
BISNIS PROPERTI
Pembangunan properti komersial tengah berlangsung semarak
Di kota-kota besar sebab keuntungan proyek ini lumayan tinggi
Ramainya pembangunan shoping Mall dan trade centre di kota-kota metropolitan seakan tak akan pernah surut. Bermacam-macam proyek sejenis pusat perbelanja’an yang kemudian di padukan dengan apartemen dan office building sedang di garap oleh para pengembang.
Di kawasan jakarta misalnya, ada proyek ,”Forum Senayan City, persis diseberang Plaza Senayan. Adapula komplek apartemen yang di lengkapi ratusan Ruko di kawasan karet tengsin yaitu ,”Sudirman park.
Pembangunan Mall dan trade centre tak akan pernah mati , bahkan akan terus menjamur .
Sebut saja Metropolitan Mall II dan the Blue Oasis city, di bekasi timur baru saja proyek ini beroperasi , sudah banyak bermunculan ratusan unit ruko yang juga di bangun di sepanjang jalan kalimalang , baik yang berada di wilayah Bekasi maupun jakarta.
Memang prospek bisnis ini tidak hanya berkembang di kawasan Jabodetabek saja melainkan sudah merambah ke kota-kota besar seperti, surabaya, Malang, Makasar, dan Medan.
Ada beberapa faktor yang membuat para pengembang membangun shoping Mall dan trade centre. Yang utmanya adalah keuntungan yang masih besar di sektor ini, untungnya bisa mencapai 50-60 persen, misalnya apabila telah terjual 50 persen saja dari unit shoping Mall dan trade centre yang telah di bangun, maka pengembang sudah merasa berkibar-kibar.
Bisnis properti subsektor shopping Mall dan trade centre mulai menggeliat pasca krisis ekonomi 1998, hal ini di tandai dengan di bangunya ITC cempaka mas oleh PT duta pertiwi , anak perusaha’an grup sinar mas pada tahun 1999 dan puncaknya pada tahun 2003 dengan nilai kapitalisasi sebsar Rp 49,29 triliun.

